Di Balik Dinding Lapas Warungkiara: 1.359 Warga Binaan Diasah Keterampilan dan Karakter untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Alishba News l Sukabumi — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Warungkiara bukan sekadar tempat menahan. Di balik temboknya, warga binaan menjalani hari-hari dengan penuh aktivitas yang bermakna. Sebanyak 1.359 orang yang sedang menjalani masa hukuman dibekali berbagai keterampilan dan pembinaan, sebagai persiapan nyata saat mereka kembali ke tengah masyarakat kelak.
Beragam Pelatihan untuk Membangun Kemandirian
Warga binaan diajak mengembangkan keterampilan melalui berbagai kegiatan produktif. Mulai dari membuat keset, menganyam besek ikan, melukis, membuat celengan, replika bonsai, hingga kotak tisu. Tak hanya kerajinan tangan, tersedia pula pelatihan perbengkelan, perkayuan, peternakan, dan pertanian.
Setiap kegiatan membawa manfaat tersendiri. Kerajinan tangan melatih ketelitian dan kreativitas, sedangkan perbengkelan dan perkayuan membekali keahlian praktis yang langsung bisa diterapkan. Sementara itu, pertanian dan peternakan memberi pengalaman lengkap, mulai dari proses merawat hingga memanen hasil kerja sendiri. Semua ini bertujuan agar warga binaan memiliki bekal yang berguna untuk membangun kehidupannya setelah bebas nanti.
Keamanan Terjamin, Pembinaan Berjalan Lancar
Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka KPLP) Kelas IIA Warungkiara, Ibnu Wibowo, menegaskan bahwa ketertiban dan keamanan adalah kunci utama agar semua program berjalan baik.
"Keamanan adalah pondasi utama. Jika suasana aman dan tertib, kegiatan pembinaan pun akan berjalan lebih maksimal," ujar Ibnu Wibowo.
Pengamanan dan pembinaan berjalan beriringan. Keduanya sama-sama dijaga agar kehidupan di dalam lapas tetap kondusif dan setiap program yang dirancang dapat terlaksana dengan lancar.
Lebih dari Sekadar Keterampilan: Pembinaan Karakter dan Jiwa
Pembinaan di Lapas Warungkiara juga menyentuh aspek kepribadian. Warga binaan dibimbing melalui kegiatan keagamaan seperti belajar mengaji dan program nyantri. Kesempatan menempuh pendidikan nonformal pun tetap terbuka lebar.
Kesehatan fisik tetap dijaga melalui kegiatan olahraga seperti bola voli, sepak bola, dan bulu tangkis. Bagi yang berbakat seni, tersedia kegiatan musik. Selain itu, mereka juga dibekali pemahaman hukum, wawasan kebangsaan, serta nilai-nilai tanggung jawab sosial. Kombinasi ini diharapkan membentuk pribadi yang lebih baik, bertanggung jawab, dan siap kembali ke masyarakat.
Rutinitas yang Teratur Membangun Kedisiplinan
Hari-hari warga binaan berjalan mengikuti jadwal yang jelas dan konsisten. Sekitar pukul 06.30 WIB, hari dimulai dengan pembangunan, apel pagi, serta pengecekan jumlah penghuni di setiap kamar. Setelah sarapan, kegiatan pembinaan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dan berlangsung hingga sore. Sekitar pukul 16.00 WIB, mereka kembali ke kamar masing-masing. Olahraga bersama dilaksanakan rutin setiap hari Sabtu. Keteraturan ini melatih kedisiplinan sekaligus menjaga kegiatan tetap berjalan dengan terstruktur.
Tantangan: Kepadatan Hunian yang Tetap Dihadapi
Meski program positif terus berjalan, Lapas Warungkiara menghadapi tantangan besar berupa tingginya kepadatan penghuni. Kapasitas yang seharusnya hanya 618 orang, kini dihuni oleh 1.359 warga binaan — kelebihan sebanyak 741 orang. Rinciannya, 1.333 orang laki-laki dan 26 orang perempuan, termasuk satu warga negara asal Malaysia.
Kamar yang seharusnya untuk sekitar 29 orang kini ditempati hingga 80 orang, dan yang berkapasitas 12 orang diisi sekitar 30 orang. Dengan jumlah pegawai sebanyak 84 orang, pengelolaan harus dilakukan dengan sangat cermat agar keamanan, ketertiban, dan kualitas pembinaan tetap terjaga dengan baik.
Harapan di Balik Setiap Kegiatan
Pada akhirnya, semua program yang berjalan di Lapas Warungkiara bukan sekadar mengisi waktu luang. Di balik setiap anyaman, lukisan, pelajaran, dan ibadah, ada harapan besar: warga binaan dapat pulang membawa perubahan nyata. Dengan keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang lebih baik, mereka diharapkan mampu membangun kembali kehidupan yang lebih bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang-orang di sekitarnya.
Red
